Bangunan paling bersejarah

Diposkan oleh Firdaus on Sabtu, 25 Februari 2012

Sejarah Dunia adalah sejarah tentang manusia di dunia, dimulai dari zaman paling dahulu hingga sekarang ini, di semua tempat di bumi, dengan dimulainya era Paleolitik. Sejarah ini tidak termasuk dengan Sejarah alam dan Sejarah geologi. Sejarah dunia mempelajari catata-catatan yang terekam pada masa lampau. Sejarah dunia meliputi studi catatan-catatan tertulis, mulai dari zaman kuno, ditambah dengan pengetahuan yang diperoleh dari sumber-sumber yang lain (selain catatan), misalnya arkeologi.
Peradaban berkembang di tepi-tepi kumpulan air (danau dan sungai) yang dapat menyokong kehidupan. Pada tahun 3000 SM, telah muncul peradaban di lembah Mesopotamia (dataran di antara sungai Tigris dan Efrat) di Timur Tengah, di tepi Sungai Nil Mesir,dan di peradaban Lembah Sungai Indus. Selain itu pada masa itu peradaban juga muncul di lembah Sungai Kuning.
 di antara yaitu :
1. Kekaisaran inca

Peradaban ini terdapat di daerah Amerika Selatan yang sekarang dikenal sebagai Peru, dan merupakan kekaisaran terbesar pada masa Amerika Pra-Kolumbia dan terbesar di dunia pada saat keruntuhannya. Orang Inca mungkin paling terkenal untuk pekerjaan konstruksi dan arsitekturnya. Mereka membangun sebuah jalan yang lebar yang dibangun dengan baik dan terus dirawat. Panjang jalan itu sedikitnya 23.000 km (lebih dari 14.000 mil). Jaringan jalan ini memudahkan komunikasi dan pergerakan masyarakat serta barang. Untuk melintasi jurang curam yang jumlahnya banyak di Pegunungan Andes, orang Inca membangun jembatan gantung yang mengesankan. Mereka membangun teras-teras di lereng gunung untuk meningkatkan produksi pangan.
gambar ini di ambil dari machu picchu ,sering di sebut "kota hilang" orang inca 

2.Teotihuacan 
Kota kuno Teotihuacan terletak dekat Meksiko City di Dataran Tinggi Meksiko. Bangunan ini sangat mengesankan, baik dari ukuran Piramida Matahari (ketiga terbesar di dunia) dan bangunan “saudaranya” Piramida Bulan; maupun kualitas kedamaian dari orang asli yang tinggal di daerah itu. Teotihuacan sangat unik dalam hal lukisan dindingnya. Lukisan yang ditemukan di sana tidak memiliki tema kekerasan seperti yang ada pada bangunan bersejarah lainnya; mereka menggambarkan sebuah masyarakat yang tampaknya lebih tertarik pada perbintangan dan simbol-simbol kerohanian pada waktu itu.  

Piramida Matahari di Teotihuacan, Meksiko

3. Piramida Bulan 
Kota itu tampaknya digunakan sebagai pusat yang tumbuh dengan baik berabad-abad. Akan tetapi, ia tidak pernah memperoleh kembali kejayaan seperti dahulu kala setelah keruntuhannya yang tiba-tiba. Tak seorang pun tahu siapa yang membangun Teotihuacan. Nama-nama yang digunakan hari ini adalah nama orang Aztek yang telah menemukan bangunan tersebut setelah ditinggalkan. Orang Aztek membayangkan bahwa tempat itu dibangun oleh raksasa-raksasa.

Piramida Bulan
  




4. Piramida & patung spinx 
Berdiri di Mesir, bangunan yang mengesankan ini adalah bangunan tertua dan terakhir dari Tujuh Keajaiban Dunia. Piramida ini dibangun dari balok batu kapur, basal atau granit yang dipotong dan dihaluskan sebelum disusun pada tempatnya. Balok tersebut beratnya rata-rata dua sampai 15 tonnes (16.5 ton). Diperkirakan 2,4 juta balok batu digunakan pada bangunan ini.
Pengerjaan piramida dilakukan dengan sangat teliti. Empat sisi dasar yang panjangnya 750 kaki hanya mempunyai kesalahan rata-rata 58 mm (kurang lebih dua inci) dalam panjang dan deviasi hanya satu menit dari sudut segi empat sempurna. Sisi-sisi segi empat dasarnya disejajarkan dengan cermat menurut urutan empat arah angin (dalam busur 3 menit) dan orientasinya tidak pada utara magnet, tetapi utara yang sebenarnya.
Pada waktu dibangun, permukaan Piramida Besar diselubungi oleh batu-batuan putih – batu kapur putih yang dipoles dengan sangat halus dengan bagian muka yang miring, tetapi rata pada bagian atasnya. Batu-batu dari Piramida Besar dipotong demikian telitinya sehingga tingkat ketidaktepatan pada seluruh permukaan hanya 1/50 inci. Mereka disusun dengan sempurna bahkan sampai hari ini pun sebuah ujung pisau tidak dapat disisipkan di antara kedua sambungan.
Pada sisi yang menghadap utara adalah pintu masuk piramida. Ada sejumlah gang, serambi, dan terowongan rahasia yang menuju ke ruang Raja, atau ruang yang dimaksudkan untuk fungsi-fungsi lainnya. Ruang Raja terletak di pusat piramida, dan hanya bisa dicapai melalui Serambi Besar dan sebuah gang yang menanjak. Yang paling mengesankan adalah batu berujung lancip di atas pintu keluar-masuk ruang Raja yang panjangnya lebih dari 3 m (10 kaki), tingginya 2,4 m (8 kaki) dan tebalnya 1,3 m (4 kaki). Semua batu-batuan bagian dalam dipasang dengan rapinya sehingga sebuah kartu pun tidak bisa menyisip di antaranya.

                                                           Piramida Mesir
                                          
 5. Pulau Paskah
Di Samudra Pasifik Selatan, 3.600 km (2.237 mil) dari benua Amerika Selatan terdapat Pulau Paskah. Di atas “titik kecil” di tengah samudra ini terdapat 887 buah patung batu besar atau moai yang dipahat dari abu gunung berapi yang mengeras dan kasar yang ada di sekitar pulau ini. Moai terbesar tingginya lebih dari 70 kaki dan beratnya lebih dari 150 ton (300.000 pon). Tempat galian itu tampaknya pernah ditinggalkan secara tiba-tiba, dengan patung-patung setengah dipahat berceceran di atas batu karang. Sayang sekali tidak ada catatan tertulis yang bisa menceritakan tentang tanah terpencil itu. Akan tetapi, patung-patung raksasa tersebut memberikan inspirasi akan gambaran kerohanian mereka yang asli.  

Beberapa patung batu besar, atau moai, di Pulau Paskah
 
6. Stonehenge
Stonehenge terletak di atas tanah datar hijau terbuka di Dataran Salisbury, dua mil sebelah barat Kota Amesbury, Wilshire, di Inggris Selatan. Ia merupakan serangkaian lingkaran konsentris dan bentuk sepatu kuda dari batu-batu kuno yang sangat besar. Bentuk Stonehenge tidak bisa dijelaskan oleh dunia arsitektur saja. Dengan berat sampai dengan 45,4 tonne (50 ton), ia dianggap sebagai karya konstruksi yang besar dan mengesankan pada zamannya.
Sekumpulan tiang batu yang di luar, lengkap dengan sambungan batu bubungan yang disebut lintel, membentuk lingkaran utuh. Bagaimana orang yang membangun itu tahu cara membentuk lintel agar mereka bisa tetap rata dan tetap membentuk lingkaran dianggap sebagai arsitektur yang maju pada masa itu. Walaupun tidak jelas siapa yang membangun Stonehenge atau untuk tujuan apa, pernah ada dugaan bahwa itu merupakan kuil untuk penyembahan, tempat untuk mengamati perbintangan, pemakaman suci, pekerjaan makhluk luar angkasa, tempat pendaratan makhluk luar angkasa, sebuah alat hitung atau jam atau sebuah tempat pengamatan perbintangan di Zaman Batu, dsb.
Dibandingkan dengan beberapa pencapaian peradaban kuno, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini tampaknya masih kalah jauh. Saat ini, bumi dapat hancur karena bencana buatan manusia dan bencana alam yang mungkin disebabkan oleh perang nuklir, penyalahgunaan teknologi, polusi, dsb jika kita tetap membangun atmosfer negatif di planet kita, menentang alam, mencampuri sistem ekologi, dan menciptakan rintangan-rintangan di dalam masyarakat.
Stonehenge di inggris selatan

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar